LIMA BELAS

1378 Words

Dalam keheningan, mereka berdua—Rose dan Tiago—saling menatap. Jemari Tiago membingkai wajah Rose, aliran hangat menyeruak saat ibu jari Tiago mengusap lembut sudut mata Rose. “Aku akan melindungimu,” katanya. Rose menggeleng sembari berkata, “Noa pun menjanjikan hal yang sama padaku. Lihatlah, ia membiarkanku bersama pria lain. Aku tak per—” Tiago meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Rose, menghentikan gadis itu mengucapkan hal yang memprihatinkan. “Aku tidak percaya takdir, namun aku percaya akan kehadiranmu.” Rose mencoba mencari kebohongan yang mungkin terpancar di kedua mata biru milik Tiago. “Aku tak mencintaimu.” “Untuk saat ini,” ralat Tiago. “Kita hanya membutuhkan waktu untuk saling memahami. Kau dan aku, kita berdua akan menjalani kehidupan yang indah. Tiada wanita la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD