Mata Cecep membola saat menyadari apa yang di perlihatkan oleh Anjani kala itu. Ingin rasanya ia tidak percaya dan menolaknya, tapi di sisi lain – ia sungguh menginginkan hal yang di tawarkan padanya itu. Tapi di saat ia mengingat siapa Anjani, ia lantas menggelengkan kepalanya dan berusaha menolak. "Tidak, nanti aku jadi tumbal!" tekan Cecep dengan tegas. Anjani mulai kesal, tapi ia berusaha untuk bersabar. "Aku kan sudah bilang, aku tidak akan memakan kamu yang kurus ini! Aku tidak doyan! Jadi kamu tidak mau? Ya sudah, aku bawa pulang lagi saja. Padahal dengan ini kamu bisa berkerja hanya dengan memancing saja, dan itu bisa menghasilkan uang. Kamu tidak perlu capek bekerja di ladang seperti kedua orang tua kamu."ujar Anjani sembari menutup kembali tasnya. Anjani sengaja melambatkan

