Aji bingung hendak di bawa kemana, tapi ia berusaha untuk tidak membantah setiap ucapan bapaknya. Meski sedikit kesal dan sangat malas – ia berusaha untuk tetap menuruti apa kata bapaknya. Setelah keluar dari rumah, akhirnya Aji di mintai bapaknya untuk membawa sepeda motor. Pak Anton menunjukan arah, dan Aji tak membantah..., ia mengikuti segala kemauan bapaknya dan setelah menempuh perjalanan beberapa waktu, akhirnya mereka sampai ke sebuah rumah. "Kita mau apa sih ke sini, pak?" tanya Aji pada saat itu. Aji juga menatap ke arah sebuah rumah kayu sederhana yang ada di hadapannya. "Sudah, ikut saja..., kamu akan tahu sendiri nanti." jawab Pak Anton. Aji hanya mampu menghela nafas panjang, ia lantas mengikuti bapaknya yang melangkah menuju rumah. Pada saat itu, Aji merasa tubuhny

