"Lalu, kamu masih saja pura-pura tidak tahu? Dan membiarkannya terus mendekat dengan alasan yang tidak jelas? Anjani, bapak memang terkadang merasa tidak setuju dengan segala hal yang kamu pelajari dan segala hal yang kamu lakukan. Tapi, selagi semua itu tidak membuat hilang dari kami, bapak tidak mempermasalahkannya. Namun kali ini, rasanya sungguh berbeda." Pak Jarwo akhirnya bicara panjang lebar kali ini, dan ia melakukannya karena khawatir terjadi suatu hal pada putrinya. Anjani terdiam cukup lama, dan bapaknya terlihat menunggu jawaban dengan cemas. Anjani mengetahui apa yang ada dalam benak pria itu, tapi ia sama sekali tidak berdaya kali ini. Pada akhirnya Anjani menggelengkan kepalanya dengan cepat sembari tersenyum getir. "Tidak, tidak bisa – Pak. Aku tidak bisa mundur, dan ba

