Bab, 39. Lerai.

1008 Words

Anjani menatap mata bapaknya dengan tatapan datar, dan ini adalah kali pertamanya ia benar-benar meminta bantuan bukan untuk dirinya sendiri. Melainkan untuk orang lain. "Lerai kedua pria yang handal berkelahi itu, aku tidak sempat." ujar Anjani singkat. Apa yang ia katakan membuat dahi bapaknya berkerut sejenak. "Siapa?" tanya Jarwo sembari mencoba berpikir keras, siapakah yang dimaksud oleh putrinya. "Aji dan Cecep. Tidak usah banyak bertanya, yang jelas mereka berkelahi karena aku." tegas Anjani sembari berlalu pergi dari sana. Jarwo menghela nafas panjang, bukan sekali dua kali ada dua pria yang terlibat perkelahian karena putrinya, namun sudah sering kali hal itu terjadi sehingga dirinya seakan mulai terbiasa. Ia tak lagi menoleh ke belakang di saat putrinya yang berpapasan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD