Aji menatap seorang gadis yang ia kenal, tapi – ia malah tidak suka saat Desi mendekat, atau bahkan hanya menyapanya saja. "Kamu ke mana saja, mas?" tanya gadis itu. "Aku mau mandi," balas Aji dengan ketus, ia langsung pergi dari sana tanpa bicara apa-apa lagi. Apa yang dilakukan oleh Aji sungguh membuat Desi merasa sakit hati, tapi ia masih terlalu berharap sehingga hanya menganggap apa yang dilakukan Aji adalah angin lalu saja. *** Aji berusaha mendinginkan kepalanya sebisa yang ia mampu. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini setiap orang membuatnya merasa kesal. Dan hanya Anjani pula yang ia pikirkan dan yang tidak membuatnya merasa bahwa ia terganggu. Wajah wanita itu selalu berkelebat di pikiran, dan bersarang hampir setiap saat. Setiap detik, Aji merasa wanita itu selalu saja t

