Suasana di rumah keluarga Ardyn jauh lebih tegang daripada biasanya. Para pelayan berjalan dengan langkah hati-hati, wajah-wajah mereka menegang, seolah takut mendengar suara yang salah. Dan benar saja dari ruang kerja, suara pecahan kaca baru saja terdengar. Melissa menghempaskan ponselnya ke lantai. Di layar, berita tentang siaran langsung Jaslyn dan Lawrence masih terpampang jelas. Komentar publik mengalir deras, sebagian besar mendukung pasangan itu. "Kenapa bisa seperti ini?!" geramnya. Ia mengayunkan lengannya, menyapu vas bunga dari meja hingga jatuh berkeping-keping. Asistennya datang dengan wajah waspada. “Nona... kami sudah coba hubungi semua media yang bekerja sama, tapi mereka menolak mencabut berita terbaru. Mereka bilang ini... kebenaran yang lebih ‘layak viral.’” Meliss

