Perkuliahan kali ini dilaksanakan di sebuah ruangan yang terletak di lantai dua. Sepanjang perkuliahan, Dissa sadar ada beberapa orang yang membicarakan dirinya. Namun Dissa berusaha untuk lebih fokus dan memikirkan materi kuliah daripada harus menggubris omongan buruk orang lain terhadapnya. Hingga akhirnya perkuliahan berakhir, Dissa melihat ke jendela kelas. Dari sana, Dissa bisa langsung melihat ke area taman. Wajah Dissa tersenyum, melihat ada Brian sedang duduk di salah satu bangku taman sambil memainkan iPad-nya. Seakan ada kupu-kupu yang beterbangan dalam hatinya, membuat senyumnya begitu berwarna. Namun semua itu hanya sekejap, hinggap otak rasionalnya langsung menyadarkan Dissa dan dia langsung menyudahi senyum gilanya barusan. “Eh, aku ngapain senyum sendiri?” Dengan s

