HAL BODOH !

1567 Words
Hal bodoh! Sudah 2 hari aku berada di Bali, hari ini aku memilih berpisah dengan si kembar. Aku lebih suka menikmati suasana pantai dan berjalan menikmati tempat – tempat wisata sedangkan sahabat ku itu sibuk menikmati beberapa Beach club untuk mencari pria – pria tampan yang mungkin kali saja bisa mereka bawa ke Jakarta sebagai gebetan atau mungkin pacar baru, secara mereka baru putus beberapa minggu yang lalu dengan pria yang mereka temui di Anyer setahun lalu. Sudahlah membahas mereka berdua sudah membuat liburan ku runyam. Hari ini aku menyusuri pantai – pantai di Nusa dua, pantai dengan pasir putih yang cantik dan matahari yang cerah membuat diriku terlena dan takjub dengan ciptaan tuhan yang sempurna. Setelah beberapa pantai ku datangi dan tak lupa aku mengabadikannya di kamera ponsel ku, tak terasa sekarang sudah pukul 3.30 Wita aku memilih untuk menikmati sore ku di pantai Melasti setelah memarkirkan motor sewaan ku aku berjalan mencari spot untuk aku menikmati pantai ini. Aku begitu terpukau dengan keindahan yang di suguhkan pantai ini, tertata dengan rapi. Setelah berjalan mendekati bibir pantai, tak sengaja bertemu dengan Dini dan Dina yang baru saja keluar dari salah satu Beach club yang ada di Pantai Melasti. Dini yang sadar akan kehadiran ku langsung menyapa melambaikan tangannya sebagai tanda melihat ku. Ku langkahkan kaki ku menuju mereka. “Sel kau dari mana ayo gabung dengan kami” “Aku habis berkeliling pantai lagian bosan sudah 2 hari menikmati club rugi rasanya kalau tidak menikmati suasana Bali” “Sel.. Sel.. Polos mu itu enggak hilang – hilang, setelah kami berenang di pantai ikut ke atas ya seru loh tempatnya” Ucap Dina sambil tersenyum manja, mencoba mengajak ku dengan mereka. “Enggak ah... Aku enggak nyaman dengan pria – pria yang bersama kalian, lagian aku membawa motor sewaan, aku balik sendiri saja nanti kita ketemu di hotel ya, sekarang aku mau mencari bangku dulu kalian nikmati berenangnya nanti aku menyusul” sambil meninggalkan mereka yang sudah berlari ke arah bibir pantai aku sibuk memilih kursi dan payung pantai yang sudah di siapkan club untuk wisatawan yang ingin menikmati bibir pantai, setelah mendapat tempat yang ku rasa pas untuk ku menikmati suasana pantai ku letakkan barang – barang ku, dan membuka baju yang ku kenakan dan memperlihatkan bikini yang sudah kupakai sebelumnya. Sambil mengoleskan sunblock, aku memanggil salah satu pegawai club. “Bli, bisa lihat menu” “ Oh bentar ya, Bli ambil menunya dulu di atas” sesaat meninggalkan ku yang sibuk mengoleskan sunblock di sekujur tubuh ku. “ Ini menunya, mau pesan apa ?” “ Bli aku mau Kelapa muda utuh 1 yang murni ya Bli, terus aku minta kentang gorengnya juga 1,udah itu dulu pesanannya” “ Baik tunggu sebentar ya” Tak lama berselang, pesanan ku sudah datang, ku seruput air kelapa yang sudah di pesan, rasa haus sedari tadi langsung seketika hilang. Sambil menikmati pemandangan pantai dan keramaian orang – orang yang menikmati suasana pantai aku juga tidak lupa menikmati kentang goreng yang masih hangat, lumayan sebagai pengganjal rasa lapar ku. Sambil masih menikmati kentang goreng mata ku terus tertuju pada pemandangan cantik pantai sampai pandangan ku terhenti pada dua orang yang berjalan menuju arah ku. Sosok pria yang berjalan dengan wanita di sebelahnya aku merasa seperti tidak asing. Langsung aku sadar jika itu pria yang 2 hari lalu tak sengaja aku tabrak. Entah mengapa aku merasa seperti enggan untuk saling melihat, aku mencoba meraih ransel ku dan mencari kaca mata hitam yang sudah ku masukkan ke dalam tas. ‘Kenapa sih harus ketemu pria gila itu lagi disini! Ganggu kenikmatan ku saja!’ dalam batin ku seakan mengutuk pertemuan ke dua kalinya. Sepertinya pria itu melihat dan mengingat diriku, tapi entah mengapa tiba – tiba dia berjalan melewati ku seakan aku dan dia tidak pernah bertemu sebelumnya. Dari banyak kursi pantai entah kenapa dia memilih bersebelahan persis dengan bangku ku. Aku berusaha untuk tenang dan tidak melihatkan rasa tidak nyaman ku dengan kehadiran dia dan perempuan yang bersamanya. ***** Tak selang berapa lama Dina memanggil ku untuk bergabung berenang bersama mereka, ku rasa itu lebih baik dari pada duduk tak nyaman di bangku. Aku berlari kecil menuju Dini dan Dina yang sedang asik bermain air. Kumasukkan tubuh ku ke dalam air, rasanya seperti anak kecil bermain air, tak hentinya bibir ku tersenyum bahagia sedikit beban di pikiran ku hilang dan hanya menyisakan kebahagiaan sesaat ku. Dari club beach terdengar lantunan lagu latin dari Thalia – Rosalinda yang entah mengapa begitu menambah suasana di hatiku. Ya mungkin karena aku ada darah Meksiko dari ayah ku, sedikit bahasa latin aku bisa saat Ayah ku hidup kami selalu berbicara menggunakan bahasa latin dan sedikit bahasa Indonesia, entah mengapa aku merindukan ayah. Ku pejamkan mata ku sesaat menikmati deburan air di tubuh ku, saat ku buka mata ku kulihat Dina menari bersama pria yang baru ia kenal, dan dinu menarik tubuh ku untuk menari, iya kami bertiga suka dengan lagu – lagu latin, sambil tertawa bahagia aku pun menari menunjukkan bakat di depan sahabat ku dan pria – pria yang bersama mereka. Aku menari mengikuti alunan lagu Marimar ‘ marimaaar .. Auu’ ku liukkan tubuhku mengikuti naluri dan alunan lagu yang sedikit membuat ku terlena. Aku tak sadar ada tatapan sinis dan tajam yang tertuju pada ku, aku terlalu asyik menari bersama sahabat ku. Sekitar 5 menit menari dan tertawa bersama membuat ku lelah dan haus, sambil menuju bangku ku, kulihat tatapan sinis itu yang tak berkedip melihat ku, dan sepertinya dirinya sudah tak bersama wanita cantik itu lagi. ‘ ciiihhhh tatapan dia kenapa gitu! Tadi saja sok enggak kenal, gantian sekarang aku pura – pura tidak mengenal dia’ dalam batin aku menggerutu. Berjalan perlahan menuju bangku kuraih kelapa muda yang langsung ku teguk rasa haus seketika menjadi segar. Tanpa melirik ke bangku sebelah aku masih sadar jika dirinya terus menerus memperhatikan diriku, tapi langsung ku tepis pikiran ku dengan mengambil kentang goreng dan ku cocol dengan saus sambal yang sudah include dengan kentang goreng. Tiba – tiba suara berat itu ku dengar “Sepertinya hidup mu tak tahu malu!” astaga apa pria ini cari perkara dengan ku! Oke aku tetap bertahan diam tak bergeming. “Jangan berpura – pura tak mengenal ku gadis bodoh!” “Ciiihhh siapaa anda ! Saya memang tidak mengenal anda!” sambil ku keluarkan wajah terburuk ku dan ku julurkan lidah ku keluar mengejek pria sinis gila yang ada di hadapan ku ini. “Cih memang gadis bodoh!” Dia pergi meninggalkan ku dengan wajah marah nya dan itu tak ku pikirkan bodo amat mau marah atau tidak bukan urusan ku, lagian aku tak mau berurusan dengan pria gila seperti dirinya. ***** Seharian berkeliling menyusuri pantai membuat ku sedikit lelah dan ingin istirahat, kamar ku yang berbeda dengan si kembar sedikit membuat ku nyaman karena enggak akan terganggu dengan pria – pria yang selalu bersama dengan mereka semenjak dari Melasti. Ku pejamkan mata ku dan aku pun langsung terlelap dalam tidur ku. Keesokan pagi aku bangun sekitar pukul 9.00 Wita, dengan menggunakan kaos dan celana pendek aku berjalan menuju restoran untuk sarapan, ada beberapa pandang mata yang mungkin merasa lucu dengan penampilan ku ya hampir semua yang berada di hotel ini sudah berpenampilan menarik termasuk Dina dan Dini yang sudah sarapan terlebih dahulu. Aku menyusuri makanan – makanan yang tersedia, aku minta pelayan membuatkan telur dadar dan aku lanjut mengambil makanan prasmanan yang sudah tertata rapi, ku ambil sosis sapi, cah brokoli, ayam goreng, mie goreng, semua satu piring ku gabung, segelas s**u di tangan kanan ku, sambil berjalan menuju meja Dina dan Dini aku terhenti sejenak melihat pria gila itu dan perempuan yang kemarin ku lihat di pantai sepertinya mereka sangat menikmati sarapan hingga tak sadar akan keberadaan diriku. Setelah berhenti sejenak aku melanjutkan jalan ku ke arah meja. Setelah ku letakkan makanan yang ada di tangan ku, aku masih berjalan untuk mengambil beberapa kudapan dan jus tak lupa juga buah potong, Dini yang menatap ngeri dengan makanan yang ku bawa. “Gila kau Sel, kek habis kerja rodi. Habis makan sebanyak ini!?” “Habis lah, ini mah ga seberapa Din, aku sudah menahan lapar karena terlalu lelah semalam, dan aku mau menikmati makanan gratis ini, ha..ha..ha..” sambil ku majukan bibir ku dan langsung melahap sosis bakar yang sudah ku ambil sekitar 10potong, sahabat ku bergidik ngeri melihat lahapnya aku makan tapi tak membuat ku minder atau malu aku tetap dengan lahap menyantap semua makanan yang ada di meja. Aku terlalu sangat lapar setelah menghabiskan semua makanan aku masih ingin mencoba ice cream yang ada di pojok lorong restoran, saat berjalan menuju counter ice cream aku tak sengaja menabrak tubuh seseorang untuk ke dua kalinya. ‘ya tuhan .... Kenapa menabrak pria gila itu lagi’ “sepertinya hobby mu memang suka menabrak orang lain berjalan ya!” ku bulatkan mata ku saat mendengar ucapan dia tapi aku sedikit males meladeninya, aku hanya membuang wajah ku dari hadapannya dan berjalan menuju tempat ice cream. Tak ku hiraukan tatapan dingin pria itu, setelah ku sudah memegang 2 cup ice cream aku langsung menuju kamar ku rasanya enggan untuk kembali bertemu pria gila itu, sambil ku nikmati ice cream aku memasuki lift dan berjalan di lorong yang menuju ke kamar, sesampainya di kamar ku rebahkan tubuhku dan menatap langit – langit kamar. Hari ini aku masih belum ada tujuan hendak liburan ke mana.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD