Setelah satu hari berlalu hanya menikmati fasilitas hotel yang sangat komplit, aku menikmati berenang, bermain pasir di pantai yang sudah di kelola hotel, dan menghabiskan sepanjang malam di kamar. Sore ini aku, Dini, dan Dina akan menikmati makan malam di kapal pesiar yang sudah di pesan jauh hari oleh Dini.
Tok.. Tok.. Tok..
“Sudah siap sel?” sambil berjalan ke arah pintu kamar dan dua sahabat ku sudah menunggu ku di luar.
“Sudah, berangkat sekarang?”
“Ya ampun sel... Kau cantik sekali dengan gaun hitam ini dan dandanan mu buat kami pangling!!!” Sahabat ku tau kalau aku orang yang paling malas untuk berdandan seperti wanita – wanita sebaya ku, membuang waktu menurut ku.
“Bisa saja ledeknya.. Sudah ah aku jadi malu ini! Yuk jalan sekarang?!” sejujurnya aku sedikit malu saat tatapan takjub dari mereka berdua membuat pipi ku bersemu merah menahan malu. Aku hanya menggunakan gaun hitam polos dengan detail motif bunga yang di taburi swarovski di sisi kanan d**a ku, dan belahan di samping kanan bawah gaun ku, dengan rambut ku ikat 1 dan tak lupa ku gunakan anting – anting tali bermotif kerang yang ku beli di pasar Kuta dan ku padukan dandanan sederhana dengan sedikit perona pipi tak lupa juga ku gunakan heels transparan yang ku pinjam dari Dina, karena aku tak membawa heels untung saja ukuran kaki ku dan Dina sama.
Kami berjalan menuju kapal yang sudah menunggu kedatangan kami dan beberapa tamu hotel. Pemandangan pantai sore itu sangat indah dan cerah, matahari yang masih tampak mengeluarkan warna jingga yang mempesona. Setelah masuk ke dalam kapal aku, Dini, dan Dina langsung menuju meja yang sudah kami pesan. Posisi yang sangat romantis jika aku bersama pasangan, sayangnya aku hanya pergi dengan mereka, dihati aku berbisik semoga suatu hari nanti aku akan kembali bersama pasangan yang aku cintai. Lamunan ku hilang seketika saat kapal mulai berjalan, pelayan mulai menyiapkan makanan – makanan di meja, musik sudah mulai meramaikan suasana kapal. Aku sangat menikmati liburan ini, jika ditanya aku tak menyesal tapi entah mengapa hati ku sedikit seperti ada ganjalan yang membuat kebahagiaan sedikit terasa aneh, tapi mungkin ini hanya perasaan ku saja, yang mungkin belum mendapatkan pekerjaan hingga saat ini, selama di bali aku selalu melihat email ku tapi belum ada satu panggilan kerja untuk diriku, sedikit mengecewakan tapi aku tidak ingin melewatkan liburan singkat ku ini. Aku, Dina, dan Dini sangat menikmati makan malam yang luar biasa untuk kami dan ini hal baru juga untuk ku, sambil menikmati matahari terbenam, di dalam kapal banyak di suguhi atraksi dari para awak kapal dan pelayan. Sekarang waktunya para tamu menyumbang lagu dan ada yang menari bahagia. Aku tersenyum ketika ada satu tamu bernyanyi dengan suara yang buruk tapi karena dia percaya diri suasana jadi gembira dan ramai. Ketika aku menikmati penampilan – penampilan mereka Dina maju mengambil mikrofon dari tamu yang sudah selesai bernyanyi, ku kira Dina akan membawa lagu dan membuat Diriku dan Dini tertawa sambil bersorak, sebelum dia menyebut nama ku yang membuat diriku kaget dan tak percaya kalau sahabat ku ini masih saja membuat ulah.
“Sekarang kita panggilkan Selena Aqila untuk bernyanyi di atas kapal ini, berikan tepuk tangan yang meriah untuk sahabat ku yang masih jomblo ini” banyak suara tepukan tangan dan sorakan juga tawa yang membuat batin ku terguncang dan keringat dingin, bagaimana enggak keringat dingin, aku ga menyangka sahabat ku segila ini, Dini yang memaksa ku bangun dari duduk mau tak mau aku akhirnya bangkit dan berjalan ke arah Dina dan meraih mik yang di sodorkan olehnya.
“Gila kau Din!”
“Good luck darlinggg kuu, hibur kami dengan sempurnaaaahhhh” ledeknya sambil berjalan meninggalkan ku seorang diri.
‘awas saja kau ya nanti, habis ku bejek – bejek’ hanya bisa membatin di hati, setelah salah seorang pemain musik menanyakan lagu apa yang akan ku nyanyikan, kuputar otak ku yang seakan buntu ku rasa saat itu.
“Mau nyanyi lagu apa kak?”
“hmm lagu apa yaa, bentar hmmm oh ya lagunya potret – Bagaikan langit ya”
“oke kak, kita mulai yaa”
“Bagaikan langit... di sore hari berwarna biru...sebiru hati ku menanti kabar yang kau tunggu peluk dan cium hangatnya untuk ku...” Ku mulai bernyanyi yang tadinya malu – malu akhirnya aku mulai menikmati dan beberapa pasangan mulai ikut menari menemani ku bernyanyi termasuk sahabat – sahabat ku yang membuat suasana cair, dan sedari aku bernyanyi aku tak sadar jika ada tatapan yang tak henti – hentinya menatap ku tanpa berkedip hingga saat aku hampir selesai bernyanyi aku tersadar jika itu pria yang sama tapi sudah lah aku tak sibuk memikirkan pria gila itu. Hingga lagu yang ku bawa selesai banyak sorakan yang meminta ku bernyanyi lagi, dengan malu dan bingung ku berpikir lagu apa lagi ya, aku bukan gadis yang terlalu menyukai lagu – lagu terbaru. Tiba – tiba sahabat ku meminta aku menyanyikan satu lagu masih dari Potret – Ingin di Cium. Seketika tepukan tangan meramaikan ruangan lagi mau tak mau kubawakan juga lagu itu.
Tak.. Takkk.. Dugg... Takk..
“Birunya Hati ini kasih... Merindu cintaku... Ku ingin Cium wajah mu...”
“aku ingin di cium... Walau kemarin sudah ...tapi harini boleh ku minta lagiiii...” hampir semua para tamu ikut bernyanyi dan menari bersama mengikuti irama ku, suasana begitu membuat ku seperti Diva yang sedang konser di atas panggung mewah. Senyum di wajah ku seakan tak bisa berhenti, sambil bernyanyi dan melompat lompat mengikuti irama drum yang membuat tubuh seakan terbius dengan alunan musik. Hingga lagu ku berakhir, kali ini aku tak mau lagi bernyanyi walaupun masih banyak yang meminta ku bernyanyi, aku hanya membalas permintaan mereka dengan tersenyum sambil berjalan cepat menuju meja ku.
“Sell... Kau hebaattt kami terhibur dengan suara merdu mu..” Ucap Dini bahagia memuji ku.
“Gilaa kau Dina, untung saja aku masih bisa bernyanyi bagaimana kalau suara ku mempermalukan diriku di situ” dengan kesal ku lampiaskan kemarahan yang sedari tadi ku tahan. Dina dan Dini hanya tertawa bahagia, mereka memang sering mendengarkan ku bernyanyi tapi itu hanya di tempat karaoke yang di dalam ruangan itu hanya kami bertiga. Karena lelah menyanyikan 2 lagu aku beranjak dari bangku ku menuju satu meja yang terdapat dispenser minuman dingin. Entah mengapa saat aku mengambil minum ku aku mendengar ada sepasang pria dan wanita sedang berargumen yang dengan jelas bisa ku dengar jelas.
“Kak aku sudah mencintai mu sejak kita kecil, mengapa kau seperti selalu menguji cinta ku!!!”
“Kau tau kan aku tak pernah menganggap kau wanita! Kau sudah ku anggap seperti adik untuk ku, dan kau tau jika Jacob mencintai mu jauh dari yang kau ketahui!!”
“Jadi, kau menolak ku karena dirinya! Hari ini akan ku perjelas hubungan apa antara aku dan dirinya!”
“Kau jangan melakukan hal gila! Chantika! Banyak mata yang akan merusak reputasi model mu dan Jacob juga akan mengalami hal yang sama!!!” teriak pria yang tak bisa ku lihat wajahnya karena terhalang tubuh wanita yang di panggil Chantika oleh pria itu.
Tapi seakan tidak menghiraukan ucapan pria itu, wanita yang bernama Chantika melenggang meninggalkan pria itu dan berjalan menuju meja yang ku lihat ada sosok pria gila itu.
Aku dan para tamu terpaku saat wanita itu berteriak dengan jelas.
“Jacob! Aku hanya bertanya sekali pada mu! Apa kau mencintai ku hah! Apa ada wanita selain diriku di hati mu!!! Apa kau tak pernah tau kalau aku mencintai Gustav!!! Jelaskan sekarang!” teriakan wanita itu sangat menarik perhatian, dan entah dari mana para reporter sudah banyak mengambil dan merekam wajah mereka bertiga. Aku hanya menyaksikan hal yang menggelikan ku rasa sambil menikmati minuman yang ku ambil sedari tadi. Pria gila itu hanya berdiri dari posisinya dan menatap tajam sesaat kemudian dia membalas ucapan wanita itu.
“Iya aku pernah mencintai mu sesaat! Sebelum aku menemukan gadis yang akan ku nikahkan, tapi karena kau sudah bertanya aku akan beri tau siapa wanita yang ada di hati ku!” Pria gila itu berjalan dengan langkah besar ke arah ku persis ke arah ku, dan seketika dia dengan cepatnya mencium bibir ku dengan kasar. Aku hanya bisa terdiam dan terpaku seperti patung.
“ Aku mencintai mu, will you marry me darling!” hal gila apa lagi yang ku hadapi sekarangggggg!!!!.