Chris dan Dinar duduk di atas ranjang yang sama. Keduanya baru saja kembali dari jalan-jalan pertama mereka. Chris memandang nanar Dinar, ada keraguan di hatinya saat berada di dalam kamar yang sama dengan seorang wanita yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Biar bagaimanapun Chris tetaplah seorang pria normal yang akan selalu memiliki hasrat untuk dilampiaskan. "Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Dinar gugup. "Tidak ada apa-apa. Aku cuma mau bertanya saja," jawab Chris, mengalihkan pandangannya. "Bertanya tentang apa?" tanya Dinar. "Apa waktu kamu menolak lamaranku itu, kamu trauma masalah percintaan?" tanya Chris. Dinar terdiam sejenak, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Chris. "Kalau trauma sih tidak, hanya waspada saja," sahut Dinar. "Waspada dari siapa?" tanya Chris, pen

