Ķesadaran Sonya mulai kembali dari tidur panjangnya semalam. Suara deringan ponselnya terus menggema dalam kamar apartemennya. Ia berusaha merangkak menuju meja samping tempat tidur. "Aduh, siapa yang telepon pagi-pagi gini sih," keluh Sonya dengan kelopak mata yang belum terbuka seutuhnya. Sonya seolah enggan menjawab panggilan yang masuk, tetapi dirinya sadar bahwa har ini bukanlah akhir pekan, sehingga kemungkinan panggilan itu terkait dengan pekerjaan. "Halo?" angkat Sonya kembali berbaring. "Sonya!" Sonya mengernyitkan dahinya. Mengenali suara Sesil yang menyerukan namanya dengan cukup keras dan tegas. "Ada apa Mbak Sesil? Masih pagi juga." Tiba-tiba Sonya dapat mendengar suara dengkusan bos agensinya itu. "Kau pasti belum melihatnya bukan?" Sonya mengubah posisinya menjadi d

