Chapter 13

1306 Words

"Menyingkirlah sementara, sebelum pemutaran perdana filmmu." Kata-kata Sesil menjadikan Sonya kini berada di perjalanan menuju bandara. Ia harus menerima kenyataan bahwa akan terbang menuju Belanda, bersama Nevan. Sonya diantar oleh Farah memakai mobil pribadi, karena mobil van miliknya sudah pasti akan mencolok. Mengundang perhatian masyarakat yang jika melihatnya dapat mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel mereka. Sonya telah memiliki janji dengan Nevan untuk bertemu di bandara saja. Sekali lagi, dirinya mencoba menghindar dari perhatian orang banyak. "Bahkan sudah lewat tengah malam, tapi bandara masih saja ramai," komentar Sonya menurunkan sedikit kaca mobil. "Bukankah bandara memang selalu ramai?" Farah menoleh dan menatap datar Sonya. Padahal ia sendiri tahu bahwa So

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD