Sonya cukup tercengang begitu tiba di Belanda. Bukan karena keindahan Kota Amsterdam atau orang-orang yang tinggi semampai, tetapi lebih kepada bagaimana tulisan dalam bahasa Belanda yang sama sekali tidak dimengertinya. Sonya hanya bisa terus mengikuti Nevan yang menuntunnya hingga masuk ke dalam taksi. Ia mencoba mengandalkan kecanggihan ponselnya untuk menerjemahkan tulisan yang terpajang. "Sebagian besar penduduk di sini fasih berbahasa Inggris jadi kau tidak perlu khawatir," ujar Nevan mengingat Sonya pernah sekolah di Amerika Serikat jadi pasti fasih dengan bahasa Negeri Paman Sam tersebut. "Ya, setidaknya tulisan bahasa Belanda masih bisa k****a daripada Prancis atau Jerman. Meski tidak kumengerti." Sonya memasukkan kembali ponselnya. Ia lalu fokus menatap pemandangan kota yang t

