Berikan unek-unek terbaek kalian ^^ Sonya menarik napas panjang sebelum membuka pintu kamar Dea. Setelah makan malam lebih awal, sekitar pukul lima, dirinya langsung masuk ke kamar dan tertidur. Tak mengingat bahwa ibu Nevan mungkin telah kembali dari Den Haag. Jet lag seolah masih dirasakannya. "Oh baru saja aku mau membangunkan Mbak Sonya untuk sarapan bersama," ujar Dea bertemu dengan Sonya, tepat di depan kamar. Sonya memasang senyum kaku, karena merasa malu dengan dirinya yang terlambat bangun yang seharusnya membantu untuk menyiapkan sarapan. "Kalau begitu Mbak Sonya sekalian bangunin Om Nevan. Aku mau ke supermarket sebentar," lanjut Dea langsung berlalu pergi. Baru saja Sonya ingin menolak, namun langkah perempuan itu lebih cepat. Ia pun menghela napas kembali dan menoleh mema

