Pertemuan tak disengaja
Pagi hari Isabella yang sudah kembali ke kamar hotel tempat dia menginap, hotel dimana itu adalah tempat berlangsungnya acara bersejarah bagi sang ayah.
Isabella masih terbayang-bayang kejadian yang dialaminya semalam sambil menyesali pertemuannya dengan lelaki yang tak sengaja merenggut kesuciannya.Karena kecerobohannya sendiri.
Saat mengingat kejadian itu entah kenapa hal itu membuat Isabella menyesal sudah memilih untuk datang ke acara pernikahan sang ayah.
"Sial, harusnya aku tidak pernah datang ke tempat ini, " ucap Isabella menyesal karena telah memilih untuk menghadiri acara itu.
Sebenarnya Isabella tidak mau datang, tapi karena sang ayah memohon, akhirnya Isabella pun mau tidak mau harus datang ke acara itu.
Sejak Mama dan Papa Isabella berpisah saat dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, Isabella lebih memilih tinggal dengan Mamanya dan tak pernah bertemu dengan Papanya.
Setelah bertahun-tahun, Isabella mendapatkan undangan pernikahan Papanya dengan wanita yang ternyata adalah wanita perusak rumah tangga orang tuanya dulu, sehingga membuat Mama dan Papa Isabella berpisah.
Isabella sudah sempat berubah pikiran untuk tidak mau pergi ke sana, tapi Mama Isabella menyuruh Isabella untuk tetap pergi ke acara itu.
Akhirnya Isabella pun mengikuti ucapan Mamanya untuk datang ke acara yang sebenarnya membuat luka lamanya karena perceraian orang tuanya kembali basah.
Setelah menenangkan pikirannya, Isabella pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Isabella pun segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Sesampainya di dalam kamar mandi, Isabella kembali mencoba mengingat kejadian yang terjadi semalam, karena dia tidak begitu ingat kejadian yang terjadi semalam.
Isabella hanya ingat dia berada dalam mobil bersama seorang pria tampan yang memberikannya tumpangan saat dia hendak pergi meninggalkan gedung acara itu.
Saat itu Isabella mendapati dirinya dengan semua pakaiannya yang sudah terbuka.
Selesai mandi Isabella mengambil pakaian yang dia gunakan semalam saat di pesta pernikahan Papanya.
Isabella mencium aroma alkohol di pakaiannya itu, Isabella pun kembali terbayang jika dia sempat meminta minuman milik pria yang memberikan dia tumpangan itu.
Bahkan Isabella memaksa pria itu untuk memberikan minuman itu kepadanya.
Setelah itu Isabella pun tak ingat apa-apa lagi setelah meminum minuman milik pria itu, tapi kini Isabella tahu apa yang sudah terjadi semalam antara dia dan pria itu.
Setelah mengingat semua yang terjadi padanya, awalnya Isabella berniat untuk pergi mencari lelaki itu, tapi dia bingung harus mencari kemana sementara dia tidak tahu nama lelaki itu,dia hanya mengingat samar wajahnya.
Tiba-tiba saat dia sedang berpikir, ponselnya berdering.Ia mendapatkan panggilan pekerjaan di luar kota, posisi yang dia lamar minggu lalu ternyata memintanya untuk menempati cabang di luar kota.
Setelah mendapatkan panggilan pekerjaan tersebut Isabella ingin melupakan masalahnya dengan pria asing itu karena firasatnya berkata pria itu bukan orang sembarangan. Akhirnya Isabella memilih untuk pindah ke luar kota.
Walaupun awalnya Mamanya tidak setuju dengan keputusan Isabella untuk pindah keluar kota, tapi akhirnya Mama Isabella pun setuju karena dia tidak mungkin membiarkan anaknya tinggal di luar kota sendiri.
Mereka pun berangkat dengan menggunakan mobil yang sudah di sewa oleh Isabella.
Isabella sengaja memilih menyewa mobil karena biayanya lebih terjangkau dan dia bisa membawa barang-barang miliknya lebih banyak.
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam Isabella dan ibunya pun sampai di tempat yang mereka tuju.
Sesampainya di tempat itu, Isabella memandang sekeliling tempat yang akan jadi tempat tinggalnya yang baru bersama ibunya.
Isabella masih belum memberitahukan kepada Mamanya alasan dia memilih untuk pindah selain karena pekerjaan.
Setelah selesai menurunkan barang-barang dari mobil menuju ke dalam rumah, Isabella dan ibunya pun membersihkan sedikit demi sedikit barang-barang mereka agar terlihat sedikit rapi.
Setelah menyusun sebagian barang-barang bawaan mereka pada tempatnya, Isabella dan ibunya pun beristirahat.
Sementara itu di tempat lain.Lelaki yang sudah merenggut kesucian Isabella yang bernama Xavier.kini sedang mencari keberadaan Isabella.
Hal itu karena dia merasa bersalah setelah melihat noda darah di tempat mereka b******u kemarin.
Karena itu menandakan jika Isabella masih perawan, walaupun Xavier bukan lelaki baik-baik, tapi baru kali ini dia merasa sangat bersalah kepada seorang wanita.
Xavier adalah anak dari seorang Pengusaha sukses di kota itu, tapi karena sifat Xavier yang suka foya-foya dan tidak mau bekerja di perusahaan milik keluarganya.
Karena itu Papanya terpaksa menarik semua fasilitas milik Xavier dan menyuruhnya berkembang sebagai staf di hotel milik keluarga mereka.
Karena kejadian kemarin Xavier pun merasa bersalah dengan Isabella dan meminta asistennya untuk mencari tahu keberadaan Isabella.
Namun karena Isabella sudah pindah keluar kota, asisten Xavier pun tidak bisa menemukan keberadaan Isabella.
Walaupun begitu,Xavier tetap berusaha untuk mencari keberadaan Isabella.
Sebulan berlalu, Isabella kini sudah mulai sedikit demi sedikit merasa nyaman tinggal di tempat tinggal barunya itu walaupun sekarang masih dia masih menganggur.
Pekerjaan yang kemarin ditawarkan ternyata tidak cocok untuknya, sehingga dia harus mencari pekerjaan lain karena tabungan mereka sudah hampir habis karena Isabella belum mendapatkan pemasukan.
Namun kendalanya sekarang adalah dia belum terlalu mengenal kota tempat tinggalnya saat ini.
Setelah berpikir lama,Isabella pun memberanikan diri untuk menemui tetangganya yang kebetulan jarak rumah mereka tak begitu jauh dari rumah Isabella saat ini, Isabella beberapa kali sempat bertemu namun mereka belum saling berkenalan lebih dekat.
Walaupun sebenarnya dia malu, tapi setelah mengingat tabungannya yang hampir habis Isabella pun akhirnya memberanikan diri. menuju ke rumah tetangganya itu untuk bertanya dan meminta bantuan.
Sesampainya di depan rumah tetangganya itu Isabella tiba-tiba ragu untuk mengetuk pintu rumah tetangganya itu.
Saat Isabella berbalik, entah kebetulan atau memang dia tahu Isabella ada di depan rumahnya, tetangga Isabella itu tiba-tiba membuka pintu rumahnya.
Isabella yang tadinya ingin pergi meninggalkan rumah tetangganya itu pun langsung berbalik saat melihat tetangganya itu membuka pintu rumahnya.
"Hai, apakah kamu sedang sibuk?" ucap Isabella kepada pria yang merupakan tetangganya itu.
"Hai juga. Tidak, aku hari ini kebetulan sedang libur. Apakah ada yang bisa saya bantu?" jawab pria itu.
"Hmm..Maukah kamu membantu saya mencarikan saya pekerjaan," ucap Isabella sedikit gugup karena baru kali ini dia berbicara dengan tetangganya itu.
"Oh. tentu saja, tapi tunggu setelah aku ingat-ingat, sepertinya di tempat aku bekerja sedang ada lowongan pekerjaan. Apakah kamu bersedia?" jawab tetangga Isabella itu.
"Benarkah, tapi lowongan pekerjaan apa yang sedang tersedia?" ucap Isabella kepada tetangganya itu.
"Ahli gizi, apakah kamu berpengalaman dalam bidang tersebut?" tanya tetangganya itu.
Lowongan pekerjaan itu sebenarnya cocok untuk Isabella yang adalah seorang ahli gizi, tapi dia masih teringat dengan kejadian dahulu saat dia magang di salah satu restoran sebagai ahli gizi di sana.
Namun karena sangat membutuhkan pekerjaan, akhirnya Isabella pun menerima tawaran dari tetangganya itu.
"Baiklah, kapan aku harus mengantarkan CV ku sebagai syarat untuk di interview?" ucap Isabella.
"Tidak perlu, besok kamu sudah bisa mulai bekerja," jawab tetangga Isabella itu.
Mendengar jawaban dari tetangganya itu, Isabella pun langsung terkejut.
"Benarkah? kamu tidak sedang bercanda kan?" ujar Isabella masih tak percaya.
"Apakah wajahku terlihat bercanda," ucap Tetangga nya itu kepada Isabella.
"Terima kasih," ucap Isabella sangat senang sambil tanpa sadar dia memeluk lelaki yang adalah Tetangganya itu.
Tetangga Isabella itu pun sangat senang saat Isabella memeluknya, karena dia ternyata memiliki perasaan terhadap Isabella saat pertama melihat Isabella.