Bab 49

1485 Words

Sementara itu di kamar Alfarez, lampu tidur remang menyinari wajah Yusuf yang masih terjaga. Alfarez sudah tertidur pulas, memeluk guling dinosaurus kesayangannya. Yusuf perlahan bangkit dari ranjang, duduk bersandar di dinding dan membuka laptop. Beberapa notifikasi email pekerjaan muncul, namun tak ada yang benar-benar menarik perhatian. Ia kemudian membuka media sosial—tanpa tujuan jelas. Scroll. Scroll. Scroll. Tiba-tiba, matanya berhenti pada sebuah postingan. Sebuah foto grup… di antaranya ada wajah Syafa, tertawa lepas bersama beberapa teman kampusnya, termasuk laki-laki yang malam itu menjemputnya. Caption-nya ringan, "Kelompok presentasi paling solid semester ini." Yusuf terdiam. Tatapannya mengendur, lalu ia menghela napas panjang. "Jadi cuma teman kelompok?" gumamnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD