Yusuf menatap syafa. Pandangannya tak lepas dari wajah istrinya yang kini dihiasi rona merah. Perlahan, ia mulai menghujani seluruh wajah syafa dengan kecupan-kecupan mesra—dari kening, turun ke kelopak mata, hidung, pipi, hingga terakhir mendarat lembut di bibir syafa. Ciuman itu dalam, penuh kerinduan yang tak terbendung. Yusuf melanjutkan eksplorasinya, bibirnya kini menyusuri leher jenjang syafa, menimbulkan sensasi geli yang menyenangkan. Kemudian, ia berpindah ke d**a syafa, menyesap dan membelai lembut. Syafa mendesah, "Mas Yusuf... Ah..." Suaranya yang parau semakin membakar gairah yusuf. Yusuf tak bisa lagi menahan diri. Dengan perlahan dan penuh kasih, pakaian yang membalut tubuh keduanya pun terlepas, menyisakan kehangatan kulit yang bersentuhan. Saat pusaka yusuf mulai menyen

