Diandra sampai menitikkan airmata saat ia mendapatkan kecupan lembut di keningnya, Victor mengusap airmata itu dengan kedua jempolnya dengan lembut dan penuh kasih. Ia memandang Diandra dengan pandangan yang terlihat begitu lembut, Diandra merasa ada suatu hal yang menghunus dadanya pada saat itu. Seakan suatu hal yang terasa sakit menghantam jantungnya, dan kali ini– ia kembali takut kehilangan suatu hal yang dirinya miliki. Victor menariknya dan membawanya dalam pelukan yang makin membuat diri Diandra dalam sebuah ikatan yang terasa makin dekat, meski masih terasa asing. Hanya ini, memang hanya ini yang Diandra harapkan dari seorang pria yang menjadi pasangannya pada saat ini, atau selamanya. Setelah acara selesai, ada beberapa mobil datang yang membagikan nasi kotak pada para tamu y

