Bab, 47. Enak banget.

1018 Words

Victor sungguh sangat panik mendengar tangisan dari istrinya, ia berusaha menanyakan apa yang terjadi sembari menghapus airmata yang tampak mengalir deras. Dan pada saat itu, Devan yang melihat hal itu tersenyum miring, mengira bahwa ia menang. "Pasti dia menangis karena mengingatku." gumamnya dengan bangganya. Sementara itu – Victor berusaha bertanya dengan sang istri ada apa. "Ada apa, apa ada yang sakit? katakan saja padaku, jangan begini..., aku bingung." ujar Victor. "Maaf, kak..., aku hanya merasa – eskrim vanila, coklat ini enak banget. Aku ngga bisa berhenti makan." ujar Diandra. Victor menghela nafas lega lalu menatap istrinya lekat. "Astaga, jantungku mau copot rasanya hanya mendengar tangisan kamu saja." Victor menghela nafas panjang, jantungnya memang berdebar sangat ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD