"Ah, iya – kak. Kurang 100 lagi." balas Diandra. Ia akhirnya berterus terang saja, dari pada terus didesak oleh suaminya. "Hm, kenapa ngga bilang saja dari tadi? Kan kamu ngga perlu nunggu lama." Victor merogoh kantong celananya dan mengeluarkan selembar uang berwarna merah, ia lantas memberikannya pada penjual sayur. "Ini, mas. Terimakasih, banyak." Victor tampak memberikan uang itu pada penjual sayur, setelah itu ia mengambil alih semua belanjaan istrinya. "Sudah, 'kan?" "Sudah, kak." "Kalau begitu, mari kita masuk. Aku akan membantu kamu memasak." Victor mengajak istrinya masuk ke dalam rumah. Melihat ekspresi wajah istrinya dari kejauhan tadi seakan membuatnya tahu bahwa sepertinya ada suatu hal yang tidak beres. Meski Victor tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia tetap berus

