Bab, 8. Tanya Susi.

1106 Words

Diandra benar-benar acuh tak acuh pada keluarganya, dan terutama adiknya. Setelah selesai mengambil air mineral, ia bergegas meninggalkan dapur dan melewati ruang makan begitu saja. Sekarang, yang harus ia pikirkan adalah siapa yang meletakan bingkisan berisi s**u kotak dan roti. Hanya hal itu yang kini mengganggu pikiran Diandra. "Astaga, bisa-bisa aku tidak bisa tidur nanti." gumamnya sembari mencoba mengambil ponselnya. Diandra menghidupkan ponselnya dan mulai menghubungi nomor Susi. Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya sambungan telepon di angkat juga. "Hallo, ada apa Dian? Tumben kamu menghubungi aku?" suara dari sebrang mulai terdengar, Diandra menghela nafas terlebih dahulu sebelum bicara. "Susi, sebelum kamu datang tadi setelah jam makan siang, aku sudah meminum s**u kem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD