"Ah, maaf..., aku malah menceritakan hal ini, padahal kita tidak sedekat itu." ujar Diandra sembari menundukkan kepalanya. Tiba-tiba saja, ia merasa tubuhnya diterjang sesuatu, dan ternyata Susi yang melakukannya. "Aku bahkan merasakan sakitnya, dan..., tidak apa-apa, menangis saja kalau kamu mau menangis." balas Susi sembari memeluk tubuh Diandra. Diandra yang tak lagi bisa menahan segalanya sendiri akhirnya menumpahkan semuanya. Ia menangis dalam dekapan wanita yang bahkan jarang sekali bertegur sapa dengannya. Mengapa demikian? Karena yang Diandra miliki hanya Devan, dan sekarang semua hilang sudah..., Diandra tak memiliki apapun lagi, tak ada yang memeluknya hangat lagi setelah Lumina merampasnya semua. Isak tangis Diandra mulai terdengar, suara tangisannya pecah. Susi memeluk tubu

