15. Rencana

1181 Words

"Kok kamu datang sendirian? Vicha mana?" Sadam lebih dulu memeluk mamanya saat dia baru saja sampai di rumah utama keluarganya itu. "Vicha ada keperluan sebelum Mama minta aku datang kesini, jadi enggak bisa kalau harus batalin mendadak, Ma." Mamanya tampak kecewa, "Sayang sekali ya! Padahal Mama mau tunjukin katalog pernikahan ke Vicha. Mama dapat ini dari temen Mama yang anaknya menikah dua bulan lalu. Waktu Mama hadir ke acara nikahannya, Mama suka sama dekornya. Tapi kan harus sesuai sama maunya Vicha." Padahal tanggal pernikahan mereka bahkan belum ditentukan oleh kakeknya, tapi mamanya itu malah sudah menyiapkan katalog pernikahan untuk mereka. "Ya itu bisa nanti kalau Kakek udah kasih tanggal pernikahannya, Ma. Kita kan harus tahu dulu kapan acaranya biar bisa nyusun rencana ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD