"Apa, Mas?" Anvicha kebingungan melihat Sadam yang ikut turun bersama dengannya. Tapi bukan ke lobi, melainkan ke lantai basement, dimana terdapat mobil-mobil yang terparkir. Bahkan saat tadi Anvicha menekan tombol Lobi pun, Sadam membatalkannya dan membiarkan mereka berdua sampai di basement. "Biar aku antar kamu ke tempat kerja." Kening Vicha berkerut, "Mas beneran mau pakai pesona Mas buat bikin Teman-teman kantorku siwer dan habis itu berhenti ganggu aku?" Sadam berdecak, tangannya menekan kunci mobil kemudian. "Enggak ada ya, Vicha! Aku cuma mau nganter kamu ke kantor karena kita satu arah. Aku bukan mau ke Zentech, aku ada janji sama klien di rumah makan Padang Petang terang yang searah sama kantor kamu." Mata Vicha memicing menatap Sadam, tidak percaya dengan apa hany dikataka

