"Aku berterimakasih karena semua orang tampaknya sudah mendoakan aku dengan sungguh-sungguh hingga aku yang seharusnya sudah mati ini, bisa kembali sembuh." "Pa! Jangan bilang seperti itu! Kami semua disini masih membutuhkan Papa. Apa Papa enggak mau ngeliat cicit yang lahir dari Devina dan Anvicha?" Vicha tersenyum kecil melihat wajah Kakeknya yang cemberut saat diomeli oleh Papa mertuanya. Rasanya, dia merasa lega karena masa yang sulit berhasil terlewati dengan baik. "Tentu saja aku juga mau melihat anak yang lucu-lucu itu. Tapi entah kenapa, aku merasa seperti Mama-mu sudah lama menungguku sendirian. Aku jadi merasa bersalah karena hidup terlalu lama." "Jangan bicara seperti itu, Pa. Papa enggak akan tahu gimana takutnya kami nunggu semalaman sampai Papa bisa melewati masa kritis i

