Hingga hampir tengah malam, semua orang masih menunggu di depan ruang ICU dengan perasaan khawatir. Dokter hilir mudik keluar masuk dari dalam ruangan. Setiap ditanya, mereka menjawab bahwa Kakek belum bisa melewati masa kritis sepenuhnya karena kondisi tubuhnya tidak begitu baik. Semua orang yang menunggu dengan gelisah, sudah menyiapkan hati mereka walaupun tidak ada yang berani berkata buruk. Setidaknya, sampai sesaat tadi. Sebelum kemudian suara Tante terdengar memecah hening di lorong itu. Tepat saat Vicha nyaris memejamkan mata di pundak suaminya yang ikut duduk melantai, telinganya mendengar sesuatu yang membuatnya terkejut. "Bukannya kita enggak bisa nunggu tanpa ngelakuin apapun kayak gini?" Orang pertama yang menanggapi adalah Milan, Ayah Sadam, yang langsung mengerutkan k

