Dua Puluh Enam

1298 Words

“Kau darimana saja, huh?!”           Bentakan itu membuat Olivia tersentak saat hampir membuka pintu kamar. Dibelakangnya, Richard sedang menatapnya marah dengan wajah memerah. Tapi semua itu tidak lebih penting dari pada tubuh Olivia yang sedang gemetaran.           Richard mendekat, mencengkram satu lengan Olivia hingga wanita itu mendesis sakit. “Ponselmu mati, kau tidak bilang padaku pergi keluar, aku tidak tahu kau berada dimana. Kau ingin membuatku gila, Olivia?!”           Dengan mengambil alih semua emosinya Olivia menyentak kasar cengkraman Richard dan menatapnya nyalang. “Aku hanya pergi keluar untuk menghabiskan waktuku yang membosankan karena kau harus menemani mantan kekasihmu!”           Biasanya, Richard tidak pernah memerlihatakan emosi diwajahnya terlalu jelas. Tapi sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD