Dua Puluh Tujuh

950 Words

Setelah menemui Helena, Olivia tidak lebih baik dari sebelumnya. Dia bahkan hampir tidak bisa berpikir sedikitpun. Semua yang dikatakan Helena bagaikan pembenaran dari segala pertanyaan yang selama ini bersarang dikepalanya.           Richard jelas masih mencintai Helena. Sedangkan Olivia malah mencintai pria yang tidak akan pernah bisa mencintainya.           Olivia tersenyum kecut. Rasanya memalukan saat tadi dia marah pada Richard seolah-olah dia adalah seorang kekasih yang berhak melakukan itu pada Richard. Seharusnya dia tidak mudah jatuh cinta pada pria itu. Seharusnya dia bekerja saja seperti biasa, memuaskan tuannya dan mengambil uang yang diberikan padanya.           Saat tangannya berhasil menyentuh knop pintu, isak tangis Olivia tidak lagi bisa terbendung. Dia bahkan sampai m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD