Dua Puluh Empat

1202 Words

Olivia merasa bosan. Dia sedang membaca sebelumnya, tapi entah kenapa pikirannya tidak bisa fokus. Malah dia sering melupakan tokoh dalam cerita itu dan kembali membacanya dari awal. Menjengkelkan sekali, batinnya. Olivia mengembalikan Novel itu kederetan koleksi miliknya yang lain. Matanya mengitari tempat itu. Ruangan kerja Richard. Ah, Olivia baru saja menyadari sesuatu. Ruangan ini terkesan... sepi dan juga gelap. Bukan karena pencahayaannya yang kurang, tapi lihat saja desain yang Richard pilih. Seolah-olah menggambarkan kalau pria itu menyukai kesunyian dan kegelapan. Olivia ingat, pertama kali bertemu dan bertatapan dengan Richard, dua hal itu dia temukan didalam diri Richard. Richard William yang tak tersentuh. Tapi semakin lama hidup bersama, Olivia semakin tidak melihat dua h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD