Empat Puluh Satu

1654 Words

Aku akan menjemputmu nanti malam. Sampai bertemu lagi, sayang... Pesan itu sudah diterima Olivia sejak pagi tadi. Namun seharian ini entah sudah sebanyak apa dia membacanya. Sejak Richard mengiriminya pesan, Olivia mendadak resah dan tidak fokus mengerjakan apapun. Dia hanya menatap ponselnya, memastikan waktu dan melamun. Richard memang luar biasa sialan. Bagaimana bisa dia seenak hati mempermainkan Olivia. Sebentar mengusirnya, sebentar bersikap seolah-olah dia kembali menginginkan Olivia. “Padahal hanya satu jam kalian bertemu. Tapi kau menjadi seperti orang bodoh sepanjang hari.” Adam yang sedang membantu Ken mengelap gelas-gelas mencibir pada Olivia yang duduk didepan bar sambil menatap ponselnya. “Adam, aku tidak sedang ingin bercanda.” “Ya, karena kau sedang ingin memikirkan Mr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD