Olivia sedang sibuk dengan lembaran daftar bahan makanan dan juga penanya. Dia selalu melakukannya dengan teliti. Sejak bisnis kafe mereka berjalan lancar, Olivia seolah-olah menjadi pemilik mutlak kafe ini. Sedangkan Adam yang menggebu-gebu diawal malah mulai bosan dengan pekerjaannya. Dia selalu bilang rencananya sudah berhasil dan sudah saatnya dia bersenang-senang. Olivia ingin sekali melempar kepalanya dengan spatula. Tapi mengingat umur Adam yang masih muda, Olivia berusaha mengerti. Adam masih senang bermain. Bisnis ini berjalan lancar dibawah kendalinya saja sudah sagat bagus. Jadi, dia membiarkan saja Adam berbuat sesukanya. Datang pagi hari dan berkeliaran layaknya bos disini sampai siang hari lalu pamit untuk bersenang-senang. Tidak lupa memberikan motivasi konyol pada Olivia

