Sean mencium lembut kening Sean, "Jika saja sakit ini bisa di pindahkan, maka biarkan saja aku yang menerima rasa sakit ini," Ucap Sean yang tidak tega jika Ana merasakan sakit. "Apakah menyakitkan sekali jika wanita melahirkan?" Ucap Sean dalam hatinya. "Sepertinya, lebih sakit wanita melahirkan dari pada tertembak" Ucapnya lagi yang masih mengelus punggung Ana. Melihat Ana yang merasa kesakitan, Sean pun teringat sang mami. Bagaimana dulu waktu melahirkan dirinya. Sean tidak bisa membayangkannya. Tidak lam kemudian, mami dan papi Sean tiba di rumah sakit. Mereka segera bergegas ke ruangan yang di gunakan oleh Ana. Sebelumnya mereka sudah di beritahu oleh anak buah Sean, jadi mereka tidak perlu bertanya-tanya lagi dengan pihak rumah sakit. Sean menoleh kearah pintu yang terbuka, "Bag

