Bab 32

1057 Words

Pagi harinya... Sean dan Ana masih nyaman dalam tidurnya dengan bergulung selimut. Mungkin mereka masih merasa kelelahan karena aktifitas mereka semalam. Tok... Tok... Tok... "Seaaaannn... ini mami. Buka pintunya," Teriak sang mami, Tok... Tok... Tok... "Isshh... anak ini. kenapa tumben sekali mereka belum turun. Padahal matahari sudah berada di ujung tombak sana," Gerutu sang mami. Keduanya masih dalam keadaan yang nyaman tanpa terusik dengan suara ketukan pintu berkali-kali. Mami Sean kembali turun kebawah dengan menggerutu tidak henti-hentinya dari tadi. "Mami kenapa sih?" Tanya papi Sean yang melihat sang istri terus saja menggerutu tidak jelas. "Mami capek ketuk pintu sedari tadi. Tidak ada sahutan sama sekali dari mereka," Sewot mami Sean. "Sudah biarkan sajalah, mi. Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD