Prolog

106 Words


"Kau harus menikah denganku!"

"Tidak! Mengapa aku harus menikah denganmu?"

"Tidak ada pilihan lain, jika kamu menolak, aku bisa saja membuatmu berhenti dari kuliahmu dan menuntutmu karena telah mempertaruhkan nyawa orang lain."

"Tidak adakah cara lain? Aku masih kuliah, dan aku belum siap untuk menikah."

"Tidak ada penolakan! Secepatnya kita akan menikah, jadi bersiap-siaplah."

"Hey tunggu! Kau tidak bisa seenaknya memutuskan."

Meisya terduduk lesu di lorong rumah sakit. Bagaimana mungkin diumurnya yang masih muda ia harus menikah, ditambah lagi ia harus menikah dengan seorang duda. Entah pernikahan macam apa yang nanti akan dijalaninya. Pernikahan tanpa cinta.

"Arghh.., mengapa takdir begitu buruk mempertemukanku dengan lelaki semacam dia?"




 

Free reading for new users
Scan code to download app
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeAdd