Lamaran Dadakan

1029 Words

Aku memang menginginkan pendamping hidup. Tapi hatiku masih untuk yang lain. _____________ Aku tersenyum menatap anak kecil itu. Wajahnya yang pucat, serta tubuh yang semakin hari semakin terlihat kurus. Tapi, di kondisinya yang seperti ini dia masih bisa tersenyum dan tertawa.  Bagiku dia anak yang hebat. Pernah aku ceritakan kan, anak yang bernama Izam. Anak yang pernah dipelototi oleh dokter Azzam? Sekarang aku kebagian untuk follow-up dia. Selama aku memeriksanya, anak itu tidak berhenti berbicara pada ibunya, dan sesekali mengajakku berbicara. Katanya, aku harus sampaikan marahnya pada dokter Azzam. Lucu sekali bukan. "Kakak, nanti marahin dokter jahatnya ya. Bilang, Izam gak mau disuntik terus. Izam juga gak mau dipelototi, takut tau." Aku terkekeh kecil. Begitupun dengan ibu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD