Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya. _____________ "Sya, kamu yakin gapapa? Itu muka kamu pucet banget loh, terus kantung matanya tebel banget. Gak tidur ya?" Aku hanya tersenyum, aku tidak akan menceritakan seberapa gilanya dokter Azzam ketika memberikan tugas. Cukup dirinya saja yang tahu. "Biasalah Ra, aku semalem gak bisa tidur. Suntuk banget aku semaleman." alibi ku. "Terus kamu baru tidur jam berapa, terus tidurnya berapa jam. Aku yakin ini pasti ada penyebabnya." tebak Rara. Selalu saja benar, Rara mungkin saja cenayang. Hahaha "Sok tau kamu Ra. Aku tuh baru bisa tidur jam satu lewat lima belas menit. Terus bangun setengah tiga, buat tahajud. Terus gak tidur lagi deh." Rara hanya bisa menggelengkan kepalanya, mungkin dia he

