"Bahakan setelah ini aku menjadi tidak percaya diri untuk menjadi bagian dari pengurus semua perusahaan monopoli mu" *** " Hai "sapa Alwi "Eh hai!" "Bagaimana keadaan ibumu?" "Masih koma" "Semoga lekas pulih. Aku minta maaf belum bisa menjenguk ke rumah sakit" "Iya semoga saja. Tidak apa-apa. Oh iya Terimakasih untuk tumpangan di hari itu. Aku tidak tahu harus bagaimana jika kamu tidak ada" "Iya sama-sama. Aku senang membantumu" jawab Alwi dan Angrum tersenyum "Aku akan pergi ke kelas sekarang. "Oh, baiklah," Angrum berlalu meninggalkan Alwi yang masih mematung di posisi melihat dengan seksama kembali Angrum. Satu pasang mata memperhatikan kejadian yang lalu berlalu dengan kesulitan-buru. Itu Arfan. *** "Angruuuuuuum" teriak Ali histeris yang membuat ketiga sahabat Angrum

