BAB 22

1130 Words

"haha kamu kalah lagi" Arsya teriak kegirangan "Tidak! Aku yang menang!" Jawab Angrum "Kamu selalu ingin menang. Ah aku benar-benar menang" kata Arsya "Harus mengalah!" "Angrum, dalam permainan itu harus ada yang menang dan ada yang kalah!" "Terserah! Aku tidak peduli. Aku yang menang!" Kata Angrum "Terserah kamu saja. Sudah, cepat keluar, kamu tidak dengar? Ibu datangmu?" "Aku akan keluar sekarang" jawab Angrum dan keluar membawakan mainannya. Angrum keluar dari kamar Arsya menghampiri kedatangan yang sudah duduk berhadap-hadapan dengan Arfan. "Duduk" kata panggil Angrum duduk disebelahnya. "Monopoli?" Tanya Kait. Angrum mengangguk, “begini anakku, kamu ini sudah besar. Kamu kamu bisa berhenti bermain monopoli. Kamu tidak malu sama teman kamu? ”Tanya diizinkan dan Arf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD