Empat hari terakhir ini adalah selesai Angrum dan Arfan. Disajikan seperti amplop dan perangko. Kemana-mana selalu menjadi yang terbaik dan tanpa canggung lagi, kemesraan yang lebih penting di luar sekolah. "Yang benar-benar belajarnya" Arfan mengacak rambut Angrum pelan di depan pintu kelas Angrum. disaksikan teman-teman kelas Angrum yang bisa dia dalam. Angrum tersenyum lalu mengangguk. "Aluna ayo kita lakukan adegan itu juga" teriak Ali dari dalam "Tidak mau" jawab Aluna "Kamu harus sabar, tunggu Angga puas di Aluna" kata Arfan dari depan pintu "Heh! Angga tidak akan pernah bosan denganku" Aluna melempar tatapan tajamnya ke Arah Arfan. Dan Arfan hanya tertawa begitupun Angrum dan sebagian teman-teman yang ada dikelas. Arfan pergi meninggalkan Angrum yang akan belajar dengan sua

