11 HELP ME, NAT….

1373 Words
“Nat?” Hujan gerimis sedang turun rintik-rintik saat Nat menjemput Jacob di sebuah area pertokoan. Melihat Jacob, Nat segera turun dari mobil VW Beetle-nya dan menghampiri Jacob. “Ada apa sih tiba-tiba telepon? Aku sedang mengant……” Ucapan Nat terputus ketika Jacob spontan mendekap dirinya. Erat sekali. “Jac…kamu ga papa?” tanya Nat bingung sekaligus risih karena ditonton oleh banyak orang di sekitar mereka. “Maaf, Nat. Tapi aku mohon, biarkan aku memelukmu sebentar ya…. please…” Nat terdiam. Tapi kemudian ia merasakan sesuatu yang hangat mengalir di tengkuk bagian belakangnya. Jacob menangis. Tangan Nat lalu balas memeluk punggung Jacob dan menepuk-nepuknya pelan untuk menenangkan pemuda tersebut. Tak lama, hujan deras pun turun. Membubarkan kerumunan orang di sana serta membiarkan mereka berdua berpelukan. Hati Jacob terasa perih sekali. Semua kenyataan yang ia terima tentang identitas asli dirinya dari Jose. Benar-benar menempelak dan menampar wajahnya tanpa ampun. Ia tidak suka Cristan karena menurutnya pemuda itu b******k tapi ternyata, ia pun terlahir dari benih seorang b******n. Suara gemuruh petir terdengar bersahut-sahutan di atas langit. Menenggelamkan suara isak tangis Jacob yang terdengar samar di telinga Nat. …………………………………………………………………………………………………. “Paman, maaf…. hari ini aku menginap di rumah teman jadi aku tidak pulang ke sana dulu…” Jose menerima notifikasi pesan Jacob tersebut di ponselnya. Dengan santai, Jose lalu mengaktifkan sebuah aplikasi dan tampak satu titik merah kecil berkedip-kedip di layar ponselnya. Menandakan lokasi Jacob berada sekarang. Jose tersenyum sebelum kemudian ia mengangguk kecil dan membuat makan malamnya sendiri. Tak lama, mie ramen instannya pun jadi. Sambil mengunyah makanannya, Jose memandang keindahan kelap-kelip pemandangan kota yang ada di bawah apartemennya. Hari ini ia benar-benar lelah luar biasa secara fisik maupun emosional. Tapi, untungnya, semuanya berjalan dengan baik. Arissa akhirnya bisa kembali pulih dari pengalaman traumatisnya dan secara mental, kini ia siap untuk mendampingi Cristan dalam pertarungan terbukanya di Klan Levy. Jose juga tidak perlu was- was lagi kalau-kalau gadis itu berhadapan dengan Kronos karena ia sudah menang melawan mimpi buruknya hari ini. Cristan sendiri langsung membawa Arissa kembali ke Rose Mansion untuk beristirahat setelah terapi. Satu-satunya hal yang sekarang ada di dalam pikiran Jose adalah Jacob. Tindakan dan perasaan Jacob adalah satu-satunya faktor X yang ia sama sekali tidak bisa tebak. Walaupun karakternya mirip dengan Arissa, tapi sikap dan perilakunya terkadang terlalu labil dikarenakan faktor usianya. Secara emosi, Jacob belum matang tapi sebagai seorang anak remaja, kemampuan life skill serta akademisnya sangat jauh di atas rata-rata pemuda remaja seusianya. Fakta dan kebenaran yang dibuka oleh Jose hari ini adalah kartu truf terakhir yang Jose tembakkan secara langsung pada mental Jacob dan sekaligus sebuah ujian terakhir untuk pemuda tersebut. Bagaimana respon Jacob dan reaksi akhirnya saat mendengar berita tersebut akan menjadi cerita yang menarik untuk Jose. ……………………………………………………………………………………………… Bangunan tinggi itu terlihat usang dan kumuh. Hanya ada satu jalan masuk dan keluar dari sana. Begitu Jacob dan Nat masuk, pintu geser langsung menutup sendiri secara otomatis. Ada kamera CCTV yang dipasang juga di atas pintu untuk mengawasi siapa saja yang keluar masuk atau kalau ada tamu atau pengantar makanan. Mereka berdua lalu menaiki lift yang juga sudah usang dengan beberapa besinya yang mulai berkarat. Penampakannya seperti lift barang sampai kemudian mereka tiba di lantai 4. Jacob terkesima dengan penataan rooftop yang dibuat sangat asri dengan adanya taman yang tertata rapi, ruang makan, dan dapur yang semuanya berada di luar ruangan. Ada kanopi kayu dengan atap kaca sebagai peneduh sekaligus menambah nilai estetika dari rooftop tersebut. Tapi Nat tidak berlama-lama di sana dan segera menarik Jacob masuk ke ruang kerjanya. Badan mereka berdua basah kuyub dan Nat segera memberikan baju ganti yang bersih serta menyuruh Jacob untuk mandi secepat mungkin sebelum pemuda itu masuk angin. Dengan patuh, Jacob melakukan semua perintah Nat dan duduk di atas sofa di ruang kerja gadis itu. Rambutnya masih basah setelah keramas serta mengenakan baju daster Hello Kitty berwarna pink milik Nat. Baju Jacob sendiri langsung dicuci untuk dijemur nantinya. Nat sendiri berusaha mati-matian berusaha menahan rasa gelinya saat melihat Jacob memakai daster miliknya karena taka da lagi baju yang muat dengan postur tubuh Jacob yang sangat jangkung tersebut. Sambil menaruh kedua gelas berisi gula jahe hangat di atas coffee table, Nat bertanya. “Kau sudah baikan?” “Yah, lumayan… “ Pemuda itu menyahut singkat tapi wajahnya masih kusut berantakan. Pandangan kosongnya masih menerawang ke depan. Seakan-akan sedang memikirkan sesuatu. Jacob lalu mengambil salah satu gelas dan meneguk isinya. Membiarkan kehangatan dari air jahe tersebut melewati kerongkongan dan masuk ke dalam tubuhnya. Membuatnya sedikit lebih baik. “Masalah ibumu lagi?” tanya Nat prihatin. Jacob menggeleng. “Bukan, ini masalah pribadiku. Aku baru saja mengetahui siapa ayah biologisku…” kata Jacob pelan. “Namanya Kronos dan ia b******n paling gila yang pernah kutahu…” Karena terfokus dengan gelas di tangannya, Jacob tidak melihat perubahan ekspresi ngeri di wajah Nat saat ia mengucapkan nama tersebut. “Lalu, apa yang akan kau lakukan?” tanya Nat lagi setelah sesaat ia berusaha menenangkan dirinya. “Aku tidak tahu, Nat. Serius….” “Aku hanya merasa sangat konyol ketika menuduh Cristan sebagai playboy b******k tapi ternyata aku pun terlahir dari benih seorang psikopat. Belum pernah aku merasa sebodoh ini sebelumnya…” kata Jacob sambil mengusap-ngusap wajahnya dengan kedua tangannya. Lalu, ia menghela nafas panjang dengan berat hati. “Begitu ya…” “Well… kita memang tidak akan pernah bisa mengubah masa lalu, Jac…” “Tapi….. pilihan yang kita ambil sekarang, di masa kini, itulah yang akan mengubah kita di masa depan. Makanya masa kini, disebut sebagai “present” atau hadiah. Betul kan?” “Setiap pilihan yang kita buat adalah sebuah konsekuensi. Sebuah keputusan yang akan menentukan siapa kita di masa depan…” “ Entahlah, aku belum pernah bertemu Cristan, tapi dari ceritamu, dia dulu mungkin orang yang b******k tapi sekarang, ia sudah memilih ibumu yang membuatnya menjadi seorang pribadi yang lebih baik…” “Kenapa kau tidak membuat pilihanmu sendiri? Setiap orang berhak menentukan nasih mereka sendiri walaupun kita semua terikat dengan benang takdir yang sama. Kau tidak bisa menentukan dari benih siapa kau terlahir, tapi kau bisa membuat pilihan akan jadi seperti pribadi yang seperti apa kau nanti di depan. Betul kan?” Jacob tercekat. Ucapan Nat benar-benar seperti kesejukan air hujan di musim panas. Begitu dalam dan menembus semua ruang di dalam batinnya yang tadinya gelap gulita. Kini, seberkas cahaya memasuki palung hatinya. Memberikannya harapan dan perspektif baru akan makna identitas dirinya. Namanya adalah Jacob Nova dan ia terlahir sebagai seorang pribadi yang bebas. Terlepas dari siapapun pemberi benihnya, ia memiliki peluang tak terbatas untuk menjadi apa pun yang ia mau. Seulas senyum muncul di wajah tampannya. “Thank you, Nat…” “Your welcome…” “Tak kusangka ucapan sebijak itu bisa keluar dari mulutmu juga…” ledek Jacob sambil tertawa kecil. “Ha! Tentu saja! Tak sia-sia aku hidup selama 20 tahun kalau menasehati orang saja tak becus….hohohoho…” balas Nat dengan wajah rubahnya. Mata Jacob melotot lebar. “WAIT!!! KAU 20 TAHUN??” “Iya.. kau? Umur berapa?” “Aku… aku…. 17 tahun” kata Jacob berbohong sambil memalingkan wajahnya. SHIT!!! Gadis ini ternyata lebih tua 5 tahun dari usianya tapi tubuhnya mungil sekali!!! Eitss.. tunggu, sebentar lagi ia akan berulang tahun ke 16. Yah, perbedaan usia 4 tahun. Tidak terlalu jauhlah… “Wah… kau harus memanggilku kakak kalau begitu!!!” kata Nat lagi sambil tertawa cekikikan. “Aishhh… GA MAU!!!” tolak Jacob. “Biar bagaimanapun, badanku tetap jauh tinggi daripada tubuhmu!!” Sekarang, gantian Nat yang mendengus kesal. ................................. Note: Ongoing 1000 love, gengssss.... Makin seru dan tolong pegangin jantung kalian yaa. Siap2 tegang lagi di chapter2 berikutnyaa.... Yuhuuuuu....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD