Ratna Juwita Akhirnya malamku kembali berakhir di sini, di pub METRO milik Josh. Ya, Josh adalah teman masa SMA ku dulu, salah satu laki-laki most wanted yang diinginkan bukan karena tampangnya yang memang agak pas-pasan. Tetapi karena ia adalah pewaris tunggal beberapa perusahaan milik Ibunya. “Hei ?”, suara yang sangat familiar, kudengar menyapaku. Terdengar jelas meski berada di antara dentuman musik, kepulan asap rokok, bahkan hiruk pikuk obrolan dan tawa beberapa perempuan malam. Aku menoleh. Benar saja, dia berada di sana. Ben, dengan wajah kusutnya kini terlihat di depanku. Kini, dia duduk di kursi tinggi di sampingku. Kami sedang menghadap meja bartender. Kudengar Ben memesan minuman, aku tak ambil pusing. “Masih prustasi, hm ?”, pertanyaan yang tak perlu kujawab, karena d

