Aaron pov “ahh..” Kepalaku terasa sangat pening, dan kulihat sudah pukul 5.43 sore saat ini. aku memang langsung tidur begitu sampai rumahku. “kenapa banyak sekali pesan begini..” Heranku karena biasanya handphoneku itu sepi, sunyi, dan hanya berbunyi saat ada notifikasi darurat entah itu soal si Jennie yang mulai mengacau, atau suaminya yang tiba-tiba memberi peringatan atau bisa jadi alarm pengingat saat tiba waktuku untuk mendapat transfuse darah. Tapi kali ini email dari beberapa orang yang namanya tak asing, tapi justru terasa sangat asing karena mereka tiba-tiba menghubungiku. Dear Mr. Aaron Schoth Kami akan sangat tersanjung jika anda bisa datang menghadiri malam penghargaan sebagai warga teladan kota kita tercinta ini. Besar harapan kami anda bisa hadir bersama kami.

