bc

ku SAVE istrimu

book_age18+
40.0K
FOLLOW
565.4K
READ
friends to lovers
badboy
student
comedy
highschool
like
intro-logo
Blurb

Spin of -Suamiku Bocah SMA-

status : complete (ending)

Di sini banyak kata-kata kotornya. tolong ya, tolong! Kalo nggak siap sama kata-kata kotor, kamu jangan baca! Dan didalamnya ada banyak adegan 21+nya, yang merasa belom dewasa, dilarang mampir. Maksa mampir, dosa tanggung sendiri!

Seumur hidup, dari masih orok sampai 20th ini, sama sekali nggak pernah terpikir akan jatuh cinta sama bini orang. Terlebih si dia dalam kondisi bunting. Lexi memang bobrok, tapi bobroknya cukup ditempat yang semestinya. Enggak kalo sama Gita.

Wanita cantik yang terlampau polos dan sangat baik.

--cover by phikey--

-Yuwenaqsa**052021-

chap-preview
Free preview
Eps 1. Pertemuan
Lexi ; Cowok berumur 20tahun, mulutnya bocor! jadi ini badboy aseli dengan mulut bar bar yang asal banget kalau ngomong. Pernah kan, kalian menemui orang yang kalo ngomong itu nggak ada sharingan? Nah tepat banget, ini dia si Lexi mulut tanpa sharingan sama sekali. Warning! pliis, jan maksa baca dari pada kalian ngehujat yang nulis. * bab 1 Desahan demi desahan memenuhi kamar berukuran kecil yang sudah Lexi sewa untuk memuaskan hasratnya. Sepuluh menit yang lalu, dia masuk menyeret seorang wanita berdarah korea. Menuntaskan hasratnya didalam club ini. Tok! Tok! Tok! “Nyet! Buru keluar! Ada polisi!” “An*ing!” umpat Lexi saat mendengar suara Geon di luar kamar sewaannya. Dengan sangat terpaksa ia menarik cue-nya. Cepat ia turun dari ranjang. Memunguti pakaian, memakai kolor, lalu celana jeansnya. Membuka pintu dengan menyampirkan kaos dan hoddie dibahu. Tangannya sibuk menaikan resreting. “Lailah, setaan emang! Itu, masih hidup!” Geon menuding kearah bawah milik Lexi. “Ya iya, belum juga ucet keluar. Brengseek!” kesalnya, mengencangkan ikat pinggang, lalu mulai memakai kaos. Geon menggelengkan kepala saat melihat tubuh Lexi yang basah karna keringat. Melirik kedalam kamar, dimana seorang wanita berkulit putih itu masih telanjang separuh. “Gila emang, menggairahkan.” “Udah, buru!” melangkah lebih dulu setelah kaos nempel ditubuh. Geon dan Lexi yang sudah hafal dengan club, berlari menuju pintu belakang. Kabur dari sana dengan aman saat beberapa aparat keamanan menggeledah club. Berkali-kali Lexi memukul kepala motor ninjanya dengan sangat kesal. “Brengsekk! Cue gue masih sakit banget. Polisi nggak ada akhlak. Mereka kan bisa, ngegeledah pas gue udah selesai! Brengsekk!” Geon terkekeh mendengar umpatan demi umpatan yang dari tadi mengiringi perjalanan mereka. “Lagian, lo tiap malam gituan, nggak takut ucet lo jadi encer?” Lexi melirik Geon yang ada disampingnya dengan moge warna hitam. “Lo belom pernah ngerasain, coba aja sekali. Pasti bakal nagih.” Geon geleng kepala. “Enggak, gue nggak berani. Takut di sunat lagi sama bapak.” Kali ini Lexi yang terkekeh. “Eh siapa tau abis sunat dua kali, aset lo bisa tumbuh tinggi lagi.” “Kamvret lo! Emang bulu ketek!” sembur Geon. Lexi makin terkekeh. Club malam adalah tempat yang paling sering ia kunjungi untuk melampiaskan kebejatannya. Bukan tanpa alasan, karna setiap orang mempunyai alasannya sendiri. “Eh, gue isi bbm dulu.” Ucapnya saat hampir sampai di pom bensin. Geon ngangguk. “Gue duluan ya, mau beliin titipan mama.” Lexi hanya mengacungkan jempol, lalu mereka berpisah. Berjalan lambat saat masuk ke pom, antri dengan dua orang pengendara motor. Membuka tutup tangki saat gilirannya mengisi. “Fullin, mbak.” Ucapnya. Tak menjawab, si embak langsung memencet beberapa angka dan memasukkan alat pengisi bbm itu ke tangki motor Lexi. Berhenti saat sudah penuh, lalu menatap kearah monitar yang ada disampingnya. “Empat puluh lima ribu, mas.” Ucapnya. Lexi memberikan uang berwarna biru, lalu menutup tangkinya kembali. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya, membuat Lexi menoleh kebelakang. Seorang wanita sudah duduk di jok belakang. “Ayo jalan. Pliis jalan.” Pinta wanita itu lirih dengan tatapan memohon. Lexi terlihat bingung. “Lo siapa?” tanyanya. “Aku diculik sama mobil itu. Pliis bawa aku pergi secepatnya.” Pintanya lirih. Mata Lexi melotot karna terkejut. Tak lagi peduliin sama mbak yang ngasih uang kembalian, Lexi segera menyalakan motor dan melesat cepat meninggalkan pom. “Gita! Gita!” Sempat ia dengar suara teriakan samar dari area pom tadi. ** Ninja warna putih itu berhenti tepat diparkiran depan apartemen tempat tinggalnya. Lexi mematikan mesin motor, menoleh kebelakang. Tepat dibelakangnya, seorang wanita cantik dengan rambut hitam lurus acak-acakan karna ia yang ngebut saat dijalan tadi. Wanita cantik itu turun, tangannya sibuk membenarkan rambut yang menutupi wajah. Lexi ikut turun, berdiri menatap aneh ke wanita yang sekarang berdiri didepannya. “Uumm ... makasih ya.” Ucapnya tulus. Mulai celikukan mengamati sekitar. “Kita didepan gedung apartemen. Lo aman, nggak ada yang ngejar.” Jelas Lexi yang udah tau isi dalam pikiran si wanita. Bersedekap, menatap wanita yang memakai blouse sebatas paha dengan celana tipis dibawah lutut. Tak ada tas ataupun barang lain yang ia bawa. “Uumm ....” si wanita yang ditatap pun mulai salah tingkah. “Lo ....” Lexi menuding tepat diperutnya. “Lo bunting ya?” tanyanya, menatap tajam tepat dimanik matanya. Menunduk, lalu ngangguk samar. “Iya,” jawabnya pelan. Lexi mengacak rambut bagian belakangnya dengan membunag angin dimulutnya kasar. “Gila, gue bawa kabur wanita bunting. Suruh tanggung jawab kan mampus!” gumamnya pelan, tapi masih mampu didengar oleh si wanita. “Enggak, aku nggak akan minta tanggung jawab kamu kok. Aku hamil sama suamiku.” Ucapnya menjelaskan. Kembali mata Lexi melotot, tapi detik kemudian bernafas lega. Setidaknya dia sudah bersuami. “Yaudah, ayok, gue antar pulang.” Ajaknya. “Eh, jangan. Aku nggak mau pulang.” Menarik jaket Lexi. Membuat cowok manis itu mengurungkan kaki yang hampir naik ke atas motor. Lexi mengerutkan kening, heran tentunya. “Aku ... aku tadi kabur dari mobil suamiku.” Kembali si wanita ini berkata lirih. “Hah?!” dengan sangat terkejut, mata Lexi membulat. “Jadi ... gue tadi bawa kabur elo tepat didepan suami lo?” Pelan, kepala itu memberi anggukan sebagai jawaban. “Lailah ... ini gila!” Lexi berkacak pinggang, membuang nafas berat berkali-kali. Masalahnya saja sudah banyak. Kini ia menambah masalah lagi dihidupnya. “Ppliis, jan suruh aku pergi. Aku butuh tempat sembunyi. Aku nggak mau mas Iklan nemuin aku lagi.” Pinta wanita ini memelas dengan menelakupkan kedua tangan didepan d**a. Memohon. Lexi menatapnya iba, terlebih melihat aliran air asin dikedua pipi cantik itu. “Ok, gue akan save lo. Tapi, gue perlu tau, kenapa lo harus kabur dari suami lo.” Seru Lexi. Terlihat sedikit senyum penuh kelegaan dibibir wanita hamil ini. “Makasih, makasih banget. Aku pasti akan bales kebaikan kamu.” “Yaudah, ayo masuk.” ajaknya. * Kalian bisa tinggalkan novel ini jika tidak suka. Nggak usah tinggalkan komentar!

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Tentang Cinta Kita

read
195.0K
bc

Siap, Mas Bos!

read
16.2K
bc

My Secret Little Wife

read
106.8K
bc

Single Man vs Single Mom

read
104.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
212.6K
bc

Iblis penjajah Wanita

read
4.2K
bc

Suami Cacatku Ternyata Sultan

read
16.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook