Teratai mencampur beberapa tanaman herbal lalu menumbuknya sampai halus. Ia kemudian membagi bubuk obat ramuannya menjadi dua bagian. Satu bagian ia masukkan ke dalam botol kecil dan satu bagian lagi ia masukkan ke dalam sebuah cangkir. Ia lalu mencampurnya dengan air hangat dan mengaduknya sampai rata. “Bagaimana, Kak? Apakah obatnya sudah selesai?” tanya Galuh. “Ya, ini sudah selesai. Semoga saja obat ini cocok untuk anak itu,” sahut Teratai. Teratai membawa cangkir berisi campuran obat dan air hangat. Ia meminta Galuh untuk membawa botol berisi ramuan yang masih kering. “Ayo, kita ke rumah anak itu,” ajak Teratai. “Apakah masih ada yang harus kita bawa, Kak?” tanya Lidya. “Tidak, ini saja sudah cukup. Tolong tutup pintunya, Lidya!” “Baik, Kak.” Lidya menutup pintu rumah yang t

