Empat Puluh Sembilan

1196 Words

Teratai meninggalkan rumah pasien pertamanya dengan rasa senang dan bangga. Walaupun tanpa peralatan yang mutakhir seperti pada hidupnya yang pertama, ia bisa membantu untuk menyembuhkan seorang yang sakit. Ia juga puas karena akhirnya ia kembali mempunyai kesempatan untuk menggunakan bakat dan kemampuannya yang sudah beberapa waktu tak bisa ia praktikkan. Dalam hatinya, Teratai bertekad untuk membantu banyak orang yang kesulitan dalam berobat. Arya dan Cahya tak kalah senang dengan Teratai. Sepasang suami istri tersebut sangat bangga karena putri angkat mereka bisa melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain. Mereka pun memberitakan perihal kemampuan Teratai kepada warga yang bertempat tinggal di sekitar rumahnya. Selain untuk menolong, mereka juga ingin menunjukkan status baru mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD