Sang surya baru saja terbit di ufuk timur ketika Teratai terbangun dari tidurnya. Pelita sudah tak lagi menyala, membuat ruangan menjadi gelap. Teratai menengok ke kiri dan ke kanan. Galuh dan Lidya masih terlelap dan meringkuk di dalam selimut. Pada pagi hari, cuaca memang sangat dingin di desa itu. Ditambah lagi, mereka hanya tidur beralaskan selembar tikar yang tipis. Teratai menutup mulut dengan kedua tangannya lalu menguap. Ia kemudian mengucek matanya dan mengumpulkan tenaganya. Perlahan, gadis itu menyibakkan selimut yang menutupi setengah tubuhnya. Ia lalu berdiri dan merapikan rambutnya. Gadis itu kemudian keluar rumah meninggalkan kedua dayangnya yang masih tidur dengan nyaman. Teratai berjalan di halaman samping rumah Arya. Di sana, ada beberapa tempayan berukuran besar untuk

