Hari masih cukup pagi ketika Teratai, Galuh, dan Lidya benar-benar meninggalkan istana Kerajaan Akhilendra. Mereka berjalan perlahan sambil bercerita untuk mengisi waktu mereka. Sesekali, Galuh dan Lidya kembali menengok ke belakang, melihat gerbang istana yang semakin jauh semakin terlihat mengecil. Lama kelamaan, pintu gerbang istana pun hilang dari pelupuk mata mereka. Teratai memerhatikan gerak-gerik kedua dayangnya itu. Ada rasa tidak enak timbul di hati Teratai. Galuh dan Lidya harus ikut terseret karena persoalan yang ia alami. Konflik yang terjadi padanya juga ikut berdampak pada kedua gadis itu. Teratai masih belum menunjukkan wujudnya. Ia masih seperti angin yang tak bisa dilihat dan tak bisa disentuh. Hanya suaranya saja yang memberi tahu bahwa ia ada bersama dengan Galuh dan

