Empat Puluh

1099 Words

Pagi pun tiba. Cahaya matahari masuk ke kamar Teratai, menembus melalui celah-celah jendela. Teratai terbangun. Ia duduk bersandar di kepala ranjang yang penuh ukiran nan indah. Ia melayangkan pandangan ke seluruh sudut kamar yang baru ia tempati setelah jiwanya masuk ke raga seorang putri. "Aku akan meninggalkan tempat ini. Aku akan mengakhiri semua ketidakadilan yang sudah diterima oleh pemilik tubuh ini. Sekali aku pergi, aku tak akan pernah kembali, kecuali untuk membalaskan dendam gadis yang harus mati karena dipukul ayahnya sendiri," gumam Teratai dalam hati. "Namun, ke mana aku harus pergi? Aku sama sekali tidak tahu tentang wilayah-wilayah di sekita kerajaan ini," pikir Teratai. Gadis itu terdiam sejenak. Ia memang belum tahu akan pergi ke mana. Daerah paling jauh yang pernah i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD