"Terimakasih banyak, Tante. Zetta tidak tahu bagaimana embalas semua kebaikan Tante." Sonia menggelengkan kepala, "Jangan merasa seperti itu, Sayang. Kamu sudah sejak dulu Tante anggap seperti anak sendiri." Zetta tersenyum. Duduk di sofa rawat inapnya di samping Sonia. Merasa jauh lebih sehat. "Lagian, Tante yang seharusnya berterima kasih karena berkat kamu, Alva bisa kembali seperti yang dulu. Memiliki cinta di dalam pancaran matanya." Zetta terdiam. Sebenarnya dia belum yakin dengan perasaannya sendiri dan juga Alva. Apakah laki-laki itu sudah sepenuhnya melupakan Amira? "Mungkin kalian memang memiliki masa lalu yang buruk. Tante memakluminya. Apa yang dialami Alva di masa lalu juga tidak mudah," Sonia menatap Zetta penuh sayang, "Harus tersakiti oleh cinta dari seseorang di masa l

